Sehatnya Makanan Kita Yang Tentukan



Pagi tadi tepat pukul 04.30 WIB alarm handphone Saya berdering, membangunkan Tuannya yang imut ini (Hihiiii) untuk bersiap-siap terbit dan bersinar (Saya kan Mentharie.hehe). Selepas sholat subuh dan merapikan kamar tidur yang seperti kapal pecah, Saya pun ke dapur dan melakukan rutinitas pagi, memasak.

Saya suka memasak walaupun ga pinter-pinter amat. Dulu waktu masih jaman kuliah terutama pas penelitian skripsi hampir setiap hari Saya memasak kecuali pas lagi sibuk-sibuknya di Lab ato lagi males. Masakan andalan Saya Sop Ayam/Iga dan Udang Asem Pedes (Awas,jgn ngilerr yak!). Saya sebut andalan karena kedua masakan tersebut paling sering Saya masak berhubung Saya suka Sop dan penggila makanan berbahan baku Udang. Sejak lulus kuliah Saya jarang memasak sendiri berhubung ada yang masakin kalo lagi di rumah bibi ato beli, misalnya ditempat Saya tinggal sekarang. Namun beberapa hari ini Saya lagi semangat-semangatnya memasak, termasuk pagi tadi.

Bahan-bahan dasar tuk memasak kali ini sudah Saya persiapkan sore kemarin (saking niat banget mo masak.hehe). Ada udang, irisan cabe ijo besar, ikan, sayur sawi, kentang dan tomat. Setelah kelar menanak nasi dan membuat teh, Saya memasak tumisan udang terlebih dahulu. Bumbunya simple, hanya irisan bawang merah dan bawang putih, juga cabe merah besar diiris tipis dan cabe hijau besar yang diiris agak besar.

Oya, sebelumnya udang harus dibersihkan terlebih dahulu. Buang kumis dan setengah dari kepalanya. Ekor udang dipotong setengahnya. Lalu kelupaskan kulit punggung udang dan dicuci bersih. Sebenarnya kulit/cangkang udang itu mengandung zat gizi yang bagus untuk kita lho, namanya chitosan. Chitosan itu bagus untuk penyembuhan luka dalam tubuh kita. Chitosan juga dapat mengikat zat-zat racun dalam darah sehingga dapat membantu proses detoksifikasi. Selain itu, sifatnya yang sedikit larut dalam air membuat zat chitosan dapat hancur sedikit demi sedikit dalam tubuh dan terbuang lewat kotoran dan urin (Marsellus, 2010).

Penanganan udang selesai, berikutnya dilanjutkan mengupas kentang, dicuci, dan dipotong kotak-kotak kecil lalu digoreng hingga garing. Begitu juga dengan tomat, diiris serong agak besar. Berikut proses pengolahannya. Setelah minyak sayur (sedikit saja) dipanaskan, tumis bawang merah, bawang putih dan irisan cabe merah. Setelah agak layu masukkan udang, diikuti kentang dan irisan cabe ijo, lalu tuang sedikit air. Tambahkan gula, garam dan terakhir irisan tomat. Memasak masakan yang simple seperti ini tidak perlu menambahkan penyedap masakan karena kandungan MSG pada penyedap itu sangat beresiko dan memicu pertumbuhan dan kembangbiak sel-sel kanker. Menurut WHO, kanker merupakan jenis penyakit degeneratife nomor satu yang mematikan. Kanker dapat terjadi salah satunya dikarenakan pola konsumsi yang salah dan tidak sehat, termasuk makan makanan siap saji dan mengkonsumsi penyedap masakan secara continue. Untuk memasak masakan tumis udang ini tidak memerlukan penyedap rasa karena tanpa itupun rasanya akan enak karena kaldu udang akan keluar begitu airnya yang sedikit tadi mendidih. Dan Tarrraaaaaaaa…inilah hasilnya !
 
Tumis Udang Cabe Ijo
Masakan tumis udang selesai, berikutnya Ikan Sambal. Bumbu Ikan Sambal sama seperti yang biasa kita masak. Ada bawang merah, bawang putih, kemiri, cabe merah besar, dan tomat (jika mau). Semuanya dipotong kecil lalu diblender halus, sementara ikan digoreng terlebih dahulu. Berikutnya gula dan garam ditambahkan ketika bumbu sudah ditumis, serta tambahkan sedikit air asam jawa (jika tidak menggunakan tomat). Berikut adalah hasil masakan Ikan Sambel yang Saya masak…Simsalabim abracadabraaaa…
 
Ikan Sambel
Terakhir yang Saya masak pagi tadi adalah Tumisan Sawi. Bumbunya juga itu-itu saja (namanya juga tumisan). Ada bawang merah, bawang putih dan cabe rawit dibelah dua, selain itu tentu saja ada gula dan garam. Memasak sayuran (sayur apapun) harus diperhatikan metodenya. Mencuci sayuran sebelum dipotong lebih baik daripada dicuci setelah dipotong. Karena vitamin-vitamin pada sayuran tidak ikut terlarut dan terbuang bersama air cucian. 


Teknik memotong sayuran juga perlu diperhatikan, semakin kecil potongan kemungkinan berkurangnya kandungan gizi juga semakin besar. Saat sayuran dimasak, jangan terlalu lama atau layu. Sayuran yang terasa masih “kressh” atau setengah matang itu lebih baik daripada yang sudah layu karena terlalu lama dimasak. Kandungan gizi pada sayuran akan berkurang atau hilang jika terlalu lama dimasak. Berikut adalah hasil masakan ala Saya pagi tadi yang sempet diabadikan……Jrengg jenggggg !


Tumisan Sawi





Menu Hari Ini

 Uhmm, selesai sudah acara masak-memasaknya. Setelah itu Saya menyetrika baju kerja, masih sempet nonton Disney Junior film “Tayoo, The Little Bus” (Channel tv-nya ga bisa diganti kalo nontonnya barengan si Fathir, keponakan Saya), lalu breakfast, mandi, siap-siap (read : dandan), dan terakhir goes to my office. Dan sekarang Saya baru selesai lunch dengan masakan yang Saya masak tadi pagi sambil menulis di blog ini. Uhmm, yummy sekaliiii.... :) :P

NB : Tumis udang cabe ijo itu Saya yang menamai berhubung ini kreasi Saya sendiri. ;)
 






   

Comments

Post a Comment