Penyakit
degeneratif merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di Dunia. Menurut World
Health Organization (WHO), terdapat hampir sekitar 17 juta orang meninggal
dunia akibat penyakit degeneratif setiap tahun (Depkes RI, 2005). Penyakit
degeneratif merupakan jenis penyakit non-infeksi yang disebabkan oleh
menurunnya fungsi sel, jaringan dan organ sejalan dengan bertambahnya usia
manusia.
Penyakit degeneratif terjadi karena adanya proses
penuaan, biasanya terjadi seiring dengan bertambahnya usia, tetapi saat ini
penyakit degeneratif dapat terjadi pada orang yang umurnya lebih muda. Di
Indonesia, penyakit degeneratif mulai banyak terjadi di kalangan muda, terutama
yang tinggal di perkotaan. Penyebab utamanya yaitu perubahan gaya hidup akibat
urbanisasi dan modernisasi. Perubahan gaya hidup ini dapat dilihat secara jelas
antara lain dengan munculnya tempat-tempat makan junk food di hampir seluruh sudut kota. Selain karena pola makan yang salah, penyakit degeneratif
juga dipicu oleh gaya hidup yang tidak seimbang, seperti : mengkonsumsi
alkohol, merokok, tekanan stres, jarang olahraga, sering tidur larut malam, dan
sebagainya. Berikut ada beberapa contoh penyakit degeneratif yang dialami sebagian
besar masyarakat Indonesia.
1.
Diabetes Mellitus
Diabetes
Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah
(hiperglisemia) yang terus-menerus dan bervariasi, terutama setelah makan.
Sumber lain menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan diabetes mellitus adalah
keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat
gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata,
ginjal, dan pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan
dengan mikroskop elektron. Kadar gula darah dikatakan normal jika berada pada ≤200 mg/dl atau ≤125 mg/dl (saat puasa).
Hal-hal yang
terjadi ketika makanan dicerna, yaitu : Glukosa (gula) dari makanan akan masuk
ke dalam aliran darah dan dijadikan sebagai sumber bahan bakar utama bagi tubuh.
Di sisi lain, organ tubuh yang disebut pankreas bertugas memproduksi insulin.
Peranan dari insulin adalah mengangkut glukosa dari darah menuju otot, lemak,
dan sel-sel hati, dimana akan digunakan sebagai bahan bakar. Penderita diabetes
memiliki kadar gula darah yang tinggi. Ini disebabkan karena pankreas tidak
dapat memproduksi insulin ataupun karena otot, lemak dan sel-sel hati tidak
merespon insulin secara normal, atau kedua-duanya.
Pada
umumnya, gejala yang dialami penderita diabetes yaitu : cepat merasa
lapar dan haus, sering buang air kecil terutama pada malam hari, gampang lelah,
sering merasa mengantuk, penglihatan kabur, sering kesemutan terutama pada kaki
dan tangan, penurunan berat badan dengan cepat, jika terkena infeksi lama
sembuh, dsb. Adapun
faktor pemicu diabetes, diantaranya : keturunan, kegemukan, hipertensi, usia,
gestational diabetes (bayi lahir > 4kg), angka triglycerid, level kolesterol
tinggi, perokok, stress, dll.
2.
Hipertensi
Hipertensi
adalah kondisi medis
kronis dengan tekanan darah
di arteri
meningkat. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari
biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah. Tekanan darah tinggi
dapat dikatakan jika jumlah tekanan darahnya di atas 120/80 mmHg (dewasa),
tentunya untuk ukuran bayi atau lansia (60+) akan berbeda lagi.
Beberapa
penderita hipertensi mengaku bahwa mereka sering mengalami sakit kepala
(terutama di bagian belakang kepala dan pada pagi hari), serta vertigo,
tinitus
(dengung atau desis di dalam telinga), gangguan penglihatan atau pingsan sebagai gejala
utamanya. Adapun faktor-faktor yang bisa meningkatkan resiko hipertensi yaitu :
faktor keturunan, usia (semakin bertambah usia, elastisitas pembuluh darah akan
berkurang sehingga cenderung mengalami penyempitan pembuluh darah), gender (hingga
usia 45, pria lebih beresiko mengalami tekanan darah tinggi. Pada usia 45
hingga 64, baik pria maupun wanita memiliki tingkat resiko yang sama, tetapi pada
usia di atas itu (64+), wanita lebih beresiko), kurang olahraga, pola makan,
berat badan berlebih, minum minuman beralkohol, stres, dll.
3.
Kolesterol
Kolesterol
adalah senyawa lemak berlilin yang sebagian besar diproduksi tubuh di dalam
liver dari makanan berlemak yang kita makan. Kolesterol diperlukan tubuh untuk
membuat selaput sel, membungkus serabut saraf, membuat berbagai hormon dan asam
tubuh. Kolesterol tidak dapat diedarkan langsung oleh darah karena tidak larut
dalam air. Untuk mengedarkannya, diperlukan molekul “pengangkut” yang disebut
lipoprotein. Ada dua jenis lipoprotein, yaitu high density lippoprotein
(HDL) dan low density lippoprotein (LDL).
Kadar
kolesterol dalam darah normal jika berada pada ≤200mg/dl, 200-239mg/dl (batas
normal-tinggi), ≥240mg/dl (sangat tinggi, beresiko jantung koroner). Sebagian
orang merasakan sakit kepala dan pegal-pegal sebagai gejala awal. Gejala ini
muncul sebagai akibat dari kurangnya oksigen. Kadar kolesterol yang tinggi
menyebabkan aliran darah menjadi kental sehingga oksigen menjadi kurang.
Makanan
yang banyak mengandung kolesterol dengan kadar lemak jenuh akan meningkatkan
kadar kolesterol LDL (Low Density Lipoproteins), Trigliserida, dan Lp(a) dalam
darah. Lemak jenuh ini berasal dari daging dan produk olahan susu yang
akan meningkatkan kadar kolesterol darah. Beberapa minyak tumbuhan juga diketahui
memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi seperti minyak yang terbuat dari buah
kelapa sawit. Selain pola makan yang tidak seimbang, faktor keturunan,
kelebihan berat badan (obesitas), merokok serta jarang berolahraga merupakan
penyebab utama kolesterol tinggi.
4.
Jantung Koroner & Stroke
Penyebab
penyakit jantung koroner adalah adanya penyempitan dan penyumbatan pembuluh
arteri koroner. Hal ini disebabkan oleh penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol,
trigliserida) yang semakin lama semakin banyak dan menumpuk di bawah lapisan
terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi. Fenomena tesebut akan
mengurangi atau menghentikan aliran darah ke otot jantung sehingga mengganggu
kerja jantung sebagai pemompa darah. Efek dominan dari jantung koroner adalah
kehilangan oksigen dan nutrien ke jantung karena kurangnya aliran darah ke
jantung.
Seperti halnya jantung, stroke juga erat kaitannya dengan gangguan pembuluh darah. Stroke terjadi karena adanya gangguan aliran darah ke bagian otak. Bila ada bagian otak yang kekurangan suplai darah secara tiba-tiba maka penderitanya akan mengalami gangguan persarafan sesuai daerah otak yang terkena. Bentuknya dapat berupa lumpuh sebelah (hemiparesis), gangguan bicara, gangguan rasa (sensasi) di kulit wajah, lengan atau tungkai.
Seperti halnya jantung, stroke juga erat kaitannya dengan gangguan pembuluh darah. Stroke terjadi karena adanya gangguan aliran darah ke bagian otak. Bila ada bagian otak yang kekurangan suplai darah secara tiba-tiba maka penderitanya akan mengalami gangguan persarafan sesuai daerah otak yang terkena. Bentuknya dapat berupa lumpuh sebelah (hemiparesis), gangguan bicara, gangguan rasa (sensasi) di kulit wajah, lengan atau tungkai.
Faktor resiko jantung
koroner dan stroke, diantaranya : perokok berat, minum minuman beralkohol,
hipertensi, kolesterol, obesitas, tingginya jumlah sel darah merah, diabetes
melitus, obesitas, kurang olahraga, penyalahgunaan narkoba, etc.
4 macam masalah kesehatan di atas merupakan
contoh-contoh penyakit degeneratif yang pada umumnya banyak ditemui di sekitar kita.
Selain keempat penyakit degeneratif di atas, masih banyak jenis penyakit lain yang menjadi
faktor pemicu terjadinya peningkatan angka kematian di Indonesia, diantaranya :
kanker, kista, tumor, HIV/AIDS, dan sebagainya. Gaya hidup dan pola makan yang salah seringkali merupakan faktor pemicu terjadinya penyakit degeneratif tersebut. Oleh karena itu, pentingnya memperhatikan dan mengontrol faktor pemicu tersebut dengan cara menerapkan pola hidup sehat, seperti menghindari makanan yang mengandung lemak (jenuh) tinggi, makanan yang terlalu manis, junk food, tidak merokok/minum minuman beralkohol, rajin berolahraga, rajin mengkonsumsi buah dan sayuran, dan sebagainya.
Ayo cegah penyakit degenaratif dengan makan yang bergizi dan herbal bawang daya, daun afrika, temulawak dll. Terbukti herbal lebih murah dan hasilnya jauh lebih baik dr obat kimia. Hub kami chasiapro@gmail.com
ReplyDelete