Hei Sobat ! Pernahkan kamu merasa sangat
ingin sekali mencurahkan isi hati alias curhat, sementara tidak mungkin harus
merepotkan Sahabat baik mu terus tuk mendengar keluh-kesahmu. Yupss, tentunya semua orang sering
begitu, memerlukan orang-orang yang tepat untuk mendengarkan ungkapan isi hati,
entah itu perasaan senang, bahagia, kesal, marah, atau apapun.
Sama halnya dengan Saya, seringkali
ingin bercerita tentang banyak hal. Saya adalah seseorang yang cenderung tidak
bisa menahan perasaan, memendam dalam hati, dan melewatinya begitu saja. Saya
punya Sahabat karib tapi tak mungkin menghubunginya terus-menerus ketika Saya
merasa ingin berbagi, bisa-bisa Sahabat Saya bosan dan kabur menjauhi Saya. Waktu
Saya masih SD dan SMP (udah lama banget.hehe), media curhat saya berupa buku diary, itupun menulisnya masih
abal-abal, iseng dan baru nulis hanya kalo lagi mood nulis.
Beberapa tahun terakhir Saya sungguh
aktif nangkring di beberapa jejaring sosial, sebut saja Facebook salah satunya. Sejak membuat akun FB Saya mendapatkan
banyak hal, seperti menemukan teman-teman lama yang sudah sekian lama tak
jumpa, menambah relasi, juga sebagai media yang menampung unek-unek Saya. Facebook seringkali menjadi tempat bagi
Saya untuk curhat, update status dan
diposting. Paling parah adalah masa-masa kuliah, dalam satu hari bisa
berkali-kali update status yang alay-lebay, walaupun hanya berupa
kata-kata yang singkat seperti : Lagi
makan ni !, Ngampus yuks!, Pusing!, JJS with bla.bla.bla..etc.
Belakangan Saya temenan sama kenalan
baru (yang juga dikenalin facebook).
Anaknya insya Allah selalu menularkan energi yang positif, contohnya membuka
pikiran Saya tentang kebijakan dalam penggunaan facebook. Setelah agak lama berteman, Sahabat Saya ini berani
menasehati Saya bahwa sebaiknya jangan curhat di facebook. Katanya kurang bijak rasanya jika Saya harus curhat di
sana, di depan publik yang berisikan ribuan teman (baik kenal maupun tidak).
Awalnya Saya tidak begitu menimbang-nimbang opininya (kepala batu memang.hehe),
menurut Saya saat itu facebook benar-benar
wadah yang pas untuk Saya yang sering curhat karena banyak pikiran dan harus segera
dikeluarkan biar relax. Berikutnya Saya
mulai berpikir bahwa apa yang Sahabat Saya katakan itu ada benarnya, malahan
benar semua. Hehehee
Saya jadi ingat postingan Darwis Tere Liye
(Penulis) di akun facebooknya tempo
hari, “Jangan biarkan perasaan kalian
berserakan, berceceran di facebook atau twitter. Orang yang ingin kalian
cari-cari perhatian toh tidak akan memperhatikannya. Laki-laki yang paham dan
wanita yang mengerti, tidak akan menumpahkan perasaannya di dinding jejaring social.
Terlihat sekali, lebay. Ibarat air tumpah, itu justru berbahaya, bikin
terpeleset, dan mengganggu. Ada banyak cara lain menyalurkan perasaan, bikin
tulisan, bikin puisi, atau malah bisa menerbitkan buku”. Uhmm, Hal yang
sama juga pernah diungkapkan Sahabat Saya. Katanya, jika kita sering curhat di facebook maka orang lain sangat mudah
mengetahui atau menebak karakter kita bahkan mengetahui semua aktivitas kita,
termasuk juga membaca suasana hati dan kondisi kita. Setelah berpikir ulang,
Saya pun membenarkan (dan menerima)
opini Sahabat Saya itu. Seringkali curhat di facebook itu tidak ada faedahnya, misalkan status “Sakit perut”. Siapa
juga yang peduli, toh yang “like” ato
“comment” hanya orang itu-itu aja (mungkin
yang kebetulan lagi online juga) dan komentarpun
paling hanya gitu-gitu aja, “minum obat,
boker gih!, cepet sembuh!, Jangan makan pedes lagi, dll. Membosankan.
Karena tahu sahabatnya yang imut ini sering
curhat maka dibuat lah akun blog ini beberapa bulan lalu oleh sahabat Saya itu,
kebetulan Beliau anak IT jebolan salah satu universitas negeri di Bandung. Awal
kali blog ini dibuat, tampilannya mulus banget, belum diapa-apain. Sahabat
kental Saya itu bilang, “Nih ID dan
passwordnya, cara gunainnya kamu ubek-ubek aja isinya semaumu, dan Saya
berharap kamu nemu tempet yang lebih pas tuk curhat dibanding di facebook”. Setelah mencoba klik sana-sini maka jadilah tampilan
blog Saya begini, walaupun ga
sempurna tapi lumayan lah buat anak gaptek
seperti Saya.hehehee…dan yang paling penting kebiasaan Saya curhat di facebook pun pelan-pelan mulai berkurang
dan berangsur hilang. Sekarang akun facebook
Saya steril, hanya berisikan status-status yang memotivasi yang saya repost dari berbagai sumber, atau me-reblog ulang sites yang Saya baca dan yang sekiranya bermanfaat. Selain itu facebook hanya untuk menyapa
teman-teman sesama dunia maya, bermain games,
dan hanya sesekali saja menampilkan foto-foto Saya yang Subhanallah imutnya (teteup aje narsis!?.Jiakakakak).
Terima kasih banyak Saya haturkan kepada
Sahabat Saya yang membuatkan blog ini (semoga aja dia ga pernah terpikir tuk minta royalty di setiap tulisan yg Saya posting.hehee). Sebagai progress, berikutnya Saya akan memanfaatkan blog ini sebaik-baiknya
untuk menyalurkan unek-unek Saya, menelurkan tulisan-tulisan yang layak untuk
dibaca dan untuk dilihat ulang beberapa tahun ke depan, juga seperti yang
dikatakan teman Saya sesama blogger. “Menekuni
sebagai hobby baru yang positif”. So,kini
beralihlah gelar Saya, dari “Miss
Facebooker” atau “Miss Chatting”
berganti menjadi “The Cutest Blogger”.........(Saya
harap kamu tidak mual-mual membaca statement Saya barusan, Sobat!).Hohohoooo…

:)
ReplyDeleteblogger or blogwalkers for money..
mari berkarya di web dan mulai investasi dengan karya dan catatan kecil tapi menghasilkan recehan US$..
Iya bnr. Ini jg step by step :)
Delete