Selepas sholat dan tilawah Bada magrib semalem,
lampu merah Androson berkedip berkali-kali menandakan teman-teman kampus sedang
berkicau di grup kelas di WA. Topik pembicaraannya seputar Education Fair, travelling, sepak bola (kebetulan di tv lagi main
Indonesia vs Vietnam), juga tentang Malam Festival Kampus. Banyak komen di
sana-sini dan Saya kadang ikut menceletuk sekali-sekali kalo lagi mood dan
bahasannya menarik.
Salah satu informasi yang Saya
peroleh dari grup bahwa di Malam Festival Kampus ditutup dengan acara Festival
Lampion dan Kembang Api.Bicara tentang kembang api..Hmm,Saya suka kembang api,
namun hanya sekedar tuk melihat dan menikmatinya bukan sebagai pemain kembang
api.hehehe.. Seumur hidup ini Saya sudah melihat kembang api berkali-kali,
mulai yang kecil hingga kembang api yang berukuran sebesar rumah, indah sekali.
Bahan kimialah yang menyebabkan
warna-warna pada kembang api. Untuk menghasilkan loncatan api dan letupan
suara, sebuah oksidator direaksikan dengan logam seperti magnesium (Mg) atau
aluminium (Al) yang dicampur dengan belerang (S). Reaksi yang ditimbulkan
menyebabkan suatu kilatan cahaya akibat terbakarnya magnesium dengan sangat
cepat.
Ada banyak sekali unsur kimia yang
terlibat dalam kembang api, terutama digunakan untuk menimbulkan efek warna. Diantaranya yaitu : Aluminium, digunakan untuk menghasilkan warna api perak
dan putih berkelap-kelip. Aluminium merupakan komponen pemberi gemerlap. Kemegahan kembang api
disebabkan karena adanya antimon.
Barium, digunakan untuk
menghasilkan warna hijau dan dapat membantu menstabilkan zat volatil (zat yang
mudah menguap). Kalsium, digunakan untuk
memperdalam warna kembang api. Garam kalsium menghasilkan warna oranye. Karbon,merupakan satu dari
bahan utama dari serbuk hitam yang mana digunakan sebagai bahan pembakar pada
kembang api. Klorin, merupakan bahan
penting pada beberapa oksidator kembang api. Beberapa garam logam membentuk
warna jika bereaksi dengan klorin.
Tembaga menghasilkan warna biru
pada kembang api. Besi
juga digunakan untuk menghasilkan kilatan cahaya. Pemanasan logam menentukan
warna dari kilatan.
Selain itu ada Litium, adalah logam yang
digunakan untuk mencampuri warna merah pada kembang api. Litium karbonat
khususnya yang digunakan untuk pemberi warna. Magnesium terbakar
menghasilkan warna putih yang sangat terang. Maka dari itu magnesium digunakan
untuk meningkatkan keindahan kembang api.
Kembang
api juga membutuhkan oksidator.
Oksidator bekerja dengan melepas oksigen. Lalu ada Fosfor yang dapat
terbakar secara spontan di udara dan menghasilkan kilatan terang di kegelapan.
Fosfor juga digunakan untuk bahan bakar kembang api. Kalium membantu proses
oksidasi kembang api. Kalium nitrat, kalium klorat, dan kalium perklorat adalah
oksidator yang penting. Natrium
menghasilkan warna kuning pada kembang api meskipun cahaya yang dihasilkan
terangnya berlebihan. Belerang
digunakan untuk pelengkap serbuk hitam, yaitu untuk bahan bakar kembang api. Garam stronsium
menyumbangkan warna merah pada kembang api. Stronsium juga digunakan untuk
menghasilkan keseimbangan warna.
Logam
titanium terbakar dalam bentuk serbuk dan membentuk kilatan perak. Yang terakhir
ada Seng (Zn)
digunakan untuk menghasilkan efek asap pada kembang api (ilmukimia.org).
Waktu masih kecil, Saya sering
melihat Kakak (Alm.) bermain kembang api bersama temannya menjelang malam lebaran. Saya ingat dulu Saya
pernah merebut kembang api yang sedang menyala dari tangan Kakak dan
memegangnya saking penasarannya. Alhasil, tangan Saya melepuh kepanasan dan
menangis mengagetkan orang-orang di dalam rumah. Lebih kasihan lagi Kakak Saya
juga ikutan nangis karena dimarahin dan dicubit Ibu.
Saya pernah iseng-iseng ikut teman
merayakan tahun baru di luar rumah, itu satu-satunya pengalaman Saya merayakan
tahun baru (biasanya Saya anti, beralih karena bukan budaya Islam). Itupun
terjadi karena Saya sedang dalam perjalanan trip di Lampung, kalo ga salah
tahun 2008. Jadi, tak lama setelah perhitungan waktu mundur menuju jam 12
malam, maka muncullah kembang api yang banyak dan panjang, juga tiupan terompet
yang memekakkan telinga,tepatnya di Lingkaran Gajah, pusat kota Lampung.
Sebelumnya Saya pernah melihat
kembang api yang besar sekali, saat itu Saya masih SMP. Ketika itu, di Provinsi
Saya tinggal mengadakan event bertema
DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam), berupa pegelaran seni dan budaya, festival
musik dan tarian melayu, bazar-bazar dan pameran-pameran yang bersumber dari
berbagai instansi, baik pemerintah, swasta, maupun UKM Mandiri. Di penghujung event, diadakan Festival Kembang Api
sebagai penutup.
Saya agak lupa, ketika itu mungkin
karena Saya masih kecil sehingga itu yang paling besar atau memang benar-benar
kembang api yang besar. Entahlah...yang pasti bagi Saya kembang api saat itu
adalah yang terbesar dan terindah yang pernah Saya lihat. Ukurannya,
warna-warninya, bentuk-bentuk yang fantastik, payung, bunga, roket, dan
lain-lain...belum lagi kehebohan orang-orang ketika kembang api meledak di
atas....hmm,sangat sempurna...
Kembang api juga pernah bikin Saya
gugup, entah karena terlalu dekat atau hanya sugesti saja. Ceritanya Saya
berkunjung ke rumah Bibi. Kebetulan ketika itu di Daerah sana sedang ada acara
kedaerahan yang diadakan Pemda setempat (Saya
lupa acara apa). Malam penutupannya pembagian hadiah dan pesta kembang api.
Pas acara peluncuran, posisi Saya terlalu dekat sama sumbernya (tempat peluncuran kembang api).
Peluncuran dilakukan di atas sebuah Truk Besar yang terbuka. Suaranya
berdentuman seperti perang, serpihan belerangnya kemana-mana. Saya langsung
shock inget darah, inget mati, inget dosa, inget Gaza (ketika itu lagi gencar-gencarnya peristiwa di Gaza). Belum juga
selesai acaranya Saya langsung minta dianter pulang sama Sepupu.Hehehee..
Dua tahun terakhir Saya kebetulan
melewati malam tahun baru di rumah Bapak Saya dan istrinya. Tradisi orang di
rumah itu selalu merayakan malam tahun baru. Camping depan rumah, bakar ayam
dan jagung, bikin sate, juga minum-minuman berkarbonasi. Berlebihan sekali...dan
Saya kurang suka.. Saya tetap ikut acara makan-minumnya, namun begitu jam 9
Saya sudah masuk kamar dan...ZzzzZ...
Dibilang samamy steps mother, Saya
ini cewek aneh, takut sama orang,dll.., It’s
Ok...Ga masalah..mau ngomong apa juga ga ngaruh kalo Saya bilang ngantuk
dan mau tidur... Pas kembang api meledak-meledak di luar sepertinya Saya sudah
berlayar ke alam mimpi, yah ga rugi-rugi amatlah, palingan juga kembang api yang dijual dipinggir-pinggir jalan itu,
lama nunggunya sambil nahan-nahan kantuk dan ketika jam 12 malam nontonnya cuma
dalam hitungan detik..mending tidur kaaan...
Sama tuh kaya semalem, kost Saya
dekat dari Kampus. Jadi, begitu denger bakal ada Festival kembang api Saya
mulai gelisah. Sempet kirim message ke Sepupu, nanya dia ke Kampus ato ga,
soalnya dia punya motor jadi maksud Saya sekalian nebeng gitu.hehee.. Sayangnya
dia ga ke Kampus tuh, tapi mau nganterin Saya dan bakal jemput ke kost Saya jam
9 malam kalo Saya mau (Soalnya pesta kembang
apinya dimulai jam segitu).
Setelah dipikir masak-masak (masak ato matang, hayo??)...keduanya
istilah yg kurang tepat..hehe.. Mengingat banyaknya tugas kuliah dari Kampus,
Saya mengurungkan niat utk pergi. Yeah,
jadi semalem kerjaan Saya itu bikin tugas sambil ditemani teriakan heboh
tetangga sebelah yang lagi nonton bola. Rumah sebelah kost Saya juga kostan
cewek2,suaranya itu looh..nonton bola ato nonton film korea
sama aja hebohnya,berisikkk bangettt..kasian kan Saya punya tetangga
begitu..ckckckkk... Herannya ketika Saya curhat ke sohib (alih-alih mau
komplain) dia-nya malah bilang “Cewe yg
suka bola itu lucu loh”...
Langsung ngakak deh Saya...Lucu
darimana coba? Mungkin lebih tepatnya langka kali ya ato unik gitu...karena
jarang-jarang ada cewe yang suka, kalo yg ikut-ikutan sih banyak..Saya jg suka
ikut2an nonton walaupun ga ngerti. Huhh, ada-ada aja......
Keputusan Saya tidak ikut nonton
kembang api semalem ternyata tepat juga. Tugas kelar lebih awal, ada sisa waktu
luang buat kegiatan lain, dan yang lebih menghibur plus bersyukur ternyata semalem
kembang apinya singkat banget, walaupun cuma denger dari kost tapi terdengar
jelas kalo kembang apinya cuma berapa kali letusan aja.. kagak
seruu.huuuuuu.....
Comments
Post a Comment