21 juni 2016 saya pernah mengalami Abortus imminens, yaitu perdarahan/flek rahim pada kehamilan sebelum 20 minggu. Saya diwajibkan bedrest total padahal saat itu saya sedang sibuk-sibuknya menyelesaikan penulisan tesis. Namun akhirnya saya nurut dan terpaksa harus mengkonsumsi obat penguat rahim jika ingin mempertahankan janin dalam kandungan.
.
Kejadian itu saat kehamilan pertamaku. Saya sempat kaget, bingung dan sedih. Seperti tak ada tempat berbagi kecuali suami. Hidup di rantauan jauh dari keluarga dan hadai taulan. Tak ada teman yang juga mengerti karena saat itu yang lain belum pada nikah.
.
Beberapa hari sebelum kejadian itu, saya dikenalkan suami dengan temannya semasa di BEM kampus, mas reza & istrinya Ira. Sejak perkenalan itu saya belum banyak ngobrol dengan ira, terlebih lagi saya tipe orang yang agak sulit membuka diri & obrolan terlebih dahulu. Tapi sejak kejadian abortus imminens saya mulai dekat & banyak ngobrol ke Ira untuk cari tahu informasi tentang pengalaman masa kehamilan dan melahirkan kedua anaknya. Hingga akhirnya Ira menawarkan untuk join ke grup Whatsapp Shalihah Motherhood, yang didirikan oleh mba Mega Dewana dan didukung beberapa orang lainnya termasuk Ira. Mba mo, panggilan khusus saya untuk mba mega, ternyata istri dari teman BEM kampus suami saya juga. Awalnya sebagian besar isi grup SM adalah alumni IPB & UNS, namun sekarang sudah lebih bervariasi, dan berbagai disiplin ilmu.
.
Tepat tanggal 23 juni 2016 jam 08.23 WIB saya resmi masuk SM (reminder mba Ai 😊). Sesuai saran Ira, begitu masuk, setelah perkenalan saya langsung curhat tentang pendarahan yang saya alami 😂 dan masya Allah setelah curhat di grup baru itu saya jadi lega karena dapat jawaban yang logis dan motivasi dari member² SM...saya kembali berpikiran positif dan bersemangat lagi. Alhamdulillah pendarahan pun berhenti.
Oya, saya juga pernah dapat "gift" dari Ira, berupa buku pertama karya komunitas Shalihah Motherhood :
"Love stories of birthing". Thanks Ira!!😊
.
Terus terang, buku inilah awal mula saya menjadi kepo untuk mengenal SM lebih jauh.
.
Ini bukanlah WAG biasa jika project tahunannya saja bikin buku. Komunitas SM sulit saya gambarkan. Yang pasti, kekeluargaan, kompak, kasih sayang, care, supel, semangat baru, harapan semuanya ada di SM. Bayangkan saja jika emak-emak multitalent, multitalking, multiprofesi, dan lain sebagainya bergabung dalam satu komunitas. Maka wajar saja jika setiap hari grupnya selalu rame dengan bahasan yang asyik nan menarik. Eits jangan salah, obrolan di grup bukanlah obrolan ga penting. Obrolannya seputaran parenting, kesehatan anak, dll. Hanya di SM emak² bisa ngobrol random tapi tetap dengan adabnya. Selalu ada yang mengingatkan/menegur jika ada bahasan di luar jalur, misal berbau ghibah/gosip atau hoax. Ada aja yang dibahas. Saya rela scroll up alias manjat jika tertinggal obrolan grup. Saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan ibu² di SM. Mereka seperti saudara walaupun sebagian besar saya belum pernah bertemu langsung. Seperti mottonya, grup SM benar² penuh karya dan manfaat bagi saya pribadi. Sejak saya gabung di SM, kalau saya sedang lihat hp sambil senyum² sendiri pasti suami kepo dan bertanya: "SM lagi bahas apa?". Pun kalau saya dan suami sedang blank misal cari second opinion tentang kesehatan anak, biasanya suami bilang: "Ini gimana coba tanya ke SM mi?". Sepertinya sebentar lagi fungsi google akan diambil alih oleh SM😀
.
~~~••~~~••~~~••~~~••~~~••~~~
#shalihahmotherhood
#SMwritingchallenge
#memberONLY
#syukuranSM
#SM4.0
Yuk kepoin Instagram, blog, & fb Komunitas @shalihahmotherhood..
IG: @shalihah_motherhood
FB: https://www.facebook.com/shalihahmotherhood/
Blog: https://komunitassm.wordpress.com/
Comments
Post a Comment