Bismillah...
Ga kerasa sudah tahun 2018 aja ya... Sudah berapa kali purnama saya tidak menulis. Bahkan sekarang saya sudah lulus kuliah, menikah, dan punya anak hihihiii... Jika diibaratkan rumah, mungkin blog ini sudah kumuh, kotor, banyak sawangan, ga terurus, dan segala macam hal yang menggambarkan sebuah rumah kosong. Hiiii seremmmm....
Jujurly, hehee, lihat blog ini jadi inget sahabat yang dulu ngebantuin bikin blog ini dari nol. Karena tersandung suatu hal, kami terpaksa tidak bisa melanjutkan persahabatan kami, bahkan kini lost contact. Sangat disayangkan memang. Tapi saya sangat berterima kasih atas semua yang ditinggalkannya, termasuk blog ini dan sahabat saya juga yang pertama kali mengajari saya menggunakan smartphone & whatsapp saking gapteknya saya waktu itu.
Kemudian saya berpikir ulang. Sayang sekali jika blog ini dihapus. Ada baiknya saya terus menulis sesuatu yang bermanfaat agar pahalanya juga terus mengalir untuk sahabat saya di sana. Terlebih lagi keinginan untuk menulis ini juga dipacu oleh emak2 kece, terpelajar, & shalihah di WAG yang saya ikuti. Bertemu mereka seperti titik balik bagi saya untuk segera sadar dan bergerak lagi. Sadar bahwa saya ketinggalan jauh....Bergerak lagi karena merasa selama ini seperti mati suri. Yah minimal memulai lagi istiqomah melakoni hal2 kecil atau hobby2 yang selama ini sempat terabaikan seperti menulis, membaca, travelling maybe, berbagi, dll. Emang sih ya, terlena dengan aktivitas baru jadi newmom akan membuat seseorang seperti terbuai dengan banyaknya waktu luang, padahal waktu terus berputar. Bener juga tuh ada yang bilang "otak pun kalau tidak diajak/dilatih terus berpikir lama kelamaan akan tumpul & membatu".
Menulis bisa menjadi solusi untuk mencurahkan unek2 dalam hati alias curhat wkwkk. Akan lebih baik lagi jika tulisannya bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga orang lain. Saya "sedang" menuju kesana, apa ya istilahnya..ehmm.."recovery"?? Yah pokoknya gitu lah maksudnya. Maafkan english saya "masih" jeblok wkwkk :p
Curhat dikit dong ya.... Sebenernya seperti ada beban sosial ya jika ada emak2 lulusan S2 yang memilih tidak/belum mau kerja diluar, ngasuh baby saja, dan kebanyakan di rumah. Serasa dikutuk lho ya wkwkk diintrogasi orang sekitar bahkan oleh orang2 terdekat hikss.
"Ngapain aja sekolah tinggi2 kalo ujung2nya di rumah aja, ngasuh anak aja?
"Di rumah juga ga boleh sante2 dong ya, kan situ magister toh,, masa iya anaknya sama kayak diasuh orang yg ga pernah makan bangku sekolah..."
Ya ampun,,di sekolahaan juga kerjaan kita bukan makan bangku kaleeee....
Asal situ tau ya,,ngasuh anak itu ga hanya pake "aja", tapi ini bagian dari menyiapkan generasi penerus bangsa (duh berat bahasanya! wkwkk).
Social-pressure itu kalau ada yang nanya, "Nanti anaknya gimana ya kalau pengasuhnya lulusan magister & kampus ternama? oh my....... Kepooo dehhhhh! -_-
Tapi yang namanya emak2 ya,,masalah seberat apapun ga ada artinya jika sudah melihat anak tersenyum dan tertawa. Kalau sudah lihat anak, mau orang ngomong jelek di belakang juga langsung cling! ilang. Semoga kita semua dikaruniaNya keturunan yang banyak, qurrota'ayun,, lagi sholeh-sholeha yaa, dan yang belum berkeluarga saya doakan semoga Allah mudahkan & segerakan hajat walimahnya, aamiin.
Nah, dari itu juga saya tersadarkan untuk segera bergerak lagi. Kenyataannya ga gampang memikul beban sosial itu. Dan yang terpenting, saya harus terus bergerak karena anak-anak saya berhak untuk punya Ibu yang layak jadi madrasah pertamanya. Mimpi saya pun tidak banyak, salah satunya saya cuma ingin menjadi tempat yang pertama kali ditanya anak2 jika mereka ingin bertanya. Dan untuk itu semua, saya harus menyiapkan diri, mencari cara, banyak belajar, dan terus belajar. Meski itu ilmu2 parenting, tumbuh kembang anak, agama, dll, meskipun itu tidak se-linear bahkan jauh dari jurusan pendidikan formal yang saya ambil. Whatever! Yang saya ingin, saya HARUS layak jadi Ibu untuk anak2 saya, bahkan bermanfaat bagi sekitar.
Comments
Post a Comment