Pengertian manajer secara umum adalah seseorang yang memiliki pengalaman, pengetahuan dan keterampilan baik yang diakui organisasi untuk dapat memimpin, mengelola, mengendalikan, mengatur dan mengembangkan organisasi dalam rangkai mencapai tujuannya.
Secara garis besar definisi manajer ialah seseorang yang dapat mengarahkan orang lain dan mampu bertanggung jawab atas kegiatan ataupun pekerjaan tersebut. Sementara itu menurut saya, Manajer Rumah Tangga adalah seseorang (dalam hal ini istri) yang didelegasikan suami untuk mengatur, mengelola, mengembangkan, dan bertanggung jawab atas rumah yang mereka tempati berikut berusaha membuat atmosfer yang nyaman dan bahagia bagi seluruh penghuni rumah. Sebagai manajer rumah tangga, seorang istri/ibu tidak hanya memegang/memanage satu atau dua bidang, melainkan hampir semua aspek dalam rumah tangga seperti keuangan, pendidikan anak, tata boga, tata rumah, pertamanan, dll.
Bekerja di ranah domestik maupun publik, sejatinya seorang ibu itu adalah sama-sama bekerja. Maka maksimalkanlah mengerjakan pekerjaan itu dengan bersungguh-sungguh dan profesional. Setiap ibu pasti punya hal-hal prioritas, namun kadang kala ada saja kegiatan-kegiatan yang tidak atau kurang produktif. Berikut 3 contoh aktivitas prioritas saya dan 3 aktivitas yang kurang produktif :
*Aktivitas yang penting :
1. Membersamai anak tanpa gadget
Penting bagi saya dan suami untuk tidak mengenalkan gadget sejak dini ke anak, mengingat anak saya masih kecil (baru 2 th). Latar belakang kami membatasi gadget dikarenakan melihat di sekitar kami yang banyak anak-anak saudara, tetangga, bahkan anak teman-teman kami yang seperti kecanduan gadget. Oleh karena itu kami pun berusaha untuk totalitas membersamai anak tanpa gadget. Yang kami lakukan adalah mengajak anak bermain dan belajar bersama. Oya, anak saya sudah saya buatkan akun sosmed instagram private (yang boleh follow cuma keluarga) dan tujuan dibuatkan IG ini cuma untuk menyimpan kenangan bersama anak. Nah ketika membersamai anak, gadget baru digunakan jika mau mendokumentasikan kegiatan anak untuk keperluan upload di IG pribadi anak dalam rangka menyimpan kenangan anak juga biasanya untuk dikirim ke suami karena suami sering pergi kerja berjauhan (kadang ke luar kota).
2. Tilawah
Sejujurnya mempelajari al-quran masih menjadi prioritas utama saya. Hingga saat ini saya masih fokus belajar tahsin dan menghafal al-quran. Selain tilawah saya juga mengikuti kajian-kajian tafsir dan fiqh.
3. Membaca buku
Aktivitas membaca buku menjadi salah satu kegiatan yang penting bagi saya. Seorang istri/ibu wajib meng-upgrade ilmunya, baik ibu yang bekerja di ranah publik maupun domestik. Buku merupakan salah satu sarana untuk mengasah kemampuan berpikir ibu.
*Aktivitas yang paling tidak penting :
1. Buka sosmed terutama politik
Ketika anak tidur, akhir-akhir ini saya sering membuka sosmed untuk melihat perkembangan politik Indonesia. Awalnya saya cuma sekedar ini tahu tentang info terkini terkait dunia politik agar lebih nyambungketika ngobrol dengan suami. Kebetulan suami saya seorang konsultan statistik politik. Namun sepertinya saya agak terlena ketika sudah berselanjar di dunia maya. Hehe
2. Nonton film
Film favorit saya adalah film-film yang bertema thriller/action, science fiction, crime, motivasi, petualangan dan keluarga. Namun saya bukan movie addict. Meskipun di rumah ada tv cable yang punya channel film2 bioskop hits juga ada wifi yang bisa bebas youtube-an namun saya tidak jadi maniak film juga. Sekedarnya aja untuk "me time". Biasanya saya menonton hingga selesai film yang menurut saya menarik dan baru ditonton saja (atau menonton ulang film-film yang bagi saya tetap saja menarik walaupun ditonton berulang kali, misalnya 3 idiots, mission impossible). ☺☺
3. Jalan dan jajan berdasarkan keinginan bukan kebutuhan
Jalan-jalan juga hobby saya. Bagi ibu-ibu kayak saya saat ini jalan-jalan pun ga usah jauh-jauh. Kadang jalan beli sayur atau ke alfamart depan gerbang kompleks juga sudah senag. Hehe... Hanya saja kadang hampir setiap kali jalan keluar rumah selalu saja dibarengi dengan jajan di luar, misal sekedar beli cilok lah, siomay, dll.
Idealnya sebagai Manajer Rumah Tangga, seorang ibu wajib memiliki kemampuan mengatur waktu yang baik, berfaedah dan konsisten. Sejak belajar di IIP alhamdulillah saya bertemu secara tidak langsung dengan orang-orang hebat yang inspiratif. Selain dari founder a.k.a Ibu Septi, saya juga belajar cara cara memanage waktu dari wali kelas, yaitu Ibu Aprilely. Juga disempurnakan dengan mengintip-intip ide di aplikasi Pinterest. Heheheee
Berikut contoh jadwal kegiatan rutin sehari-hari yang sudah saya buat dan kerjakan dengan konsisten, alhamdulillah. Semoga ke depan lebih baik lagi dalam hal mengatur waktu agar lebih produktif, berfaedah, juga mengurangi/menghilangkan kegiatan yang kurang penting atau merubahnya menjadi hal-hal positif. Bidang lainnya yang masih menjadi PR saya yaitu manajer keuangan, saat ini masih dalam tahap belajar dan terus belajar ☺
Secara garis besar definisi manajer ialah seseorang yang dapat mengarahkan orang lain dan mampu bertanggung jawab atas kegiatan ataupun pekerjaan tersebut. Sementara itu menurut saya, Manajer Rumah Tangga adalah seseorang (dalam hal ini istri) yang didelegasikan suami untuk mengatur, mengelola, mengembangkan, dan bertanggung jawab atas rumah yang mereka tempati berikut berusaha membuat atmosfer yang nyaman dan bahagia bagi seluruh penghuni rumah. Sebagai manajer rumah tangga, seorang istri/ibu tidak hanya memegang/memanage satu atau dua bidang, melainkan hampir semua aspek dalam rumah tangga seperti keuangan, pendidikan anak, tata boga, tata rumah, pertamanan, dll.
Bekerja di ranah domestik maupun publik, sejatinya seorang ibu itu adalah sama-sama bekerja. Maka maksimalkanlah mengerjakan pekerjaan itu dengan bersungguh-sungguh dan profesional. Setiap ibu pasti punya hal-hal prioritas, namun kadang kala ada saja kegiatan-kegiatan yang tidak atau kurang produktif. Berikut 3 contoh aktivitas prioritas saya dan 3 aktivitas yang kurang produktif :
*Aktivitas yang penting :
1. Membersamai anak tanpa gadget
Penting bagi saya dan suami untuk tidak mengenalkan gadget sejak dini ke anak, mengingat anak saya masih kecil (baru 2 th). Latar belakang kami membatasi gadget dikarenakan melihat di sekitar kami yang banyak anak-anak saudara, tetangga, bahkan anak teman-teman kami yang seperti kecanduan gadget. Oleh karena itu kami pun berusaha untuk totalitas membersamai anak tanpa gadget. Yang kami lakukan adalah mengajak anak bermain dan belajar bersama. Oya, anak saya sudah saya buatkan akun sosmed instagram private (yang boleh follow cuma keluarga) dan tujuan dibuatkan IG ini cuma untuk menyimpan kenangan bersama anak. Nah ketika membersamai anak, gadget baru digunakan jika mau mendokumentasikan kegiatan anak untuk keperluan upload di IG pribadi anak dalam rangka menyimpan kenangan anak juga biasanya untuk dikirim ke suami karena suami sering pergi kerja berjauhan (kadang ke luar kota).
2. Tilawah
Sejujurnya mempelajari al-quran masih menjadi prioritas utama saya. Hingga saat ini saya masih fokus belajar tahsin dan menghafal al-quran. Selain tilawah saya juga mengikuti kajian-kajian tafsir dan fiqh.
3. Membaca buku
Aktivitas membaca buku menjadi salah satu kegiatan yang penting bagi saya. Seorang istri/ibu wajib meng-upgrade ilmunya, baik ibu yang bekerja di ranah publik maupun domestik. Buku merupakan salah satu sarana untuk mengasah kemampuan berpikir ibu.
*Aktivitas yang paling tidak penting :
1. Buka sosmed terutama politik
Ketika anak tidur, akhir-akhir ini saya sering membuka sosmed untuk melihat perkembangan politik Indonesia. Awalnya saya cuma sekedar ini tahu tentang info terkini terkait dunia politik agar lebih nyambungketika ngobrol dengan suami. Kebetulan suami saya seorang konsultan statistik politik. Namun sepertinya saya agak terlena ketika sudah berselanjar di dunia maya. Hehe
2. Nonton film
Film favorit saya adalah film-film yang bertema thriller/action, science fiction, crime, motivasi, petualangan dan keluarga. Namun saya bukan movie addict. Meskipun di rumah ada tv cable yang punya channel film2 bioskop hits juga ada wifi yang bisa bebas youtube-an namun saya tidak jadi maniak film juga. Sekedarnya aja untuk "me time". Biasanya saya menonton hingga selesai film yang menurut saya menarik dan baru ditonton saja (atau menonton ulang film-film yang bagi saya tetap saja menarik walaupun ditonton berulang kali, misalnya 3 idiots, mission impossible). ☺☺
3. Jalan dan jajan berdasarkan keinginan bukan kebutuhan
Jalan-jalan juga hobby saya. Bagi ibu-ibu kayak saya saat ini jalan-jalan pun ga usah jauh-jauh. Kadang jalan beli sayur atau ke alfamart depan gerbang kompleks juga sudah senag. Hehe... Hanya saja kadang hampir setiap kali jalan keluar rumah selalu saja dibarengi dengan jajan di luar, misal sekedar beli cilok lah, siomay, dll.
Idealnya sebagai Manajer Rumah Tangga, seorang ibu wajib memiliki kemampuan mengatur waktu yang baik, berfaedah dan konsisten. Sejak belajar di IIP alhamdulillah saya bertemu secara tidak langsung dengan orang-orang hebat yang inspiratif. Selain dari founder a.k.a Ibu Septi, saya juga belajar cara cara memanage waktu dari wali kelas, yaitu Ibu Aprilely. Juga disempurnakan dengan mengintip-intip ide di aplikasi Pinterest. Heheheee
Berikut contoh jadwal kegiatan rutin sehari-hari yang sudah saya buat dan kerjakan dengan konsisten, alhamdulillah. Semoga ke depan lebih baik lagi dalam hal mengatur waktu agar lebih produktif, berfaedah, juga mengurangi/menghilangkan kegiatan yang kurang penting atau merubahnya menjadi hal-hal positif. Bidang lainnya yang masih menjadi PR saya yaitu manajer keuangan, saat ini masih dalam tahap belajar dan terus belajar ☺
Comments
Post a Comment