SESAK
Tetes demi tetes hujan mulai turun memecah keheningan malam.
aroma tanah basah menyeruak melewati celah ventilasi kamarku.
alunan musik melengkapi kesyahduan.
Malam ini sungguh pekat kelamnya. seperti hati ini, gelisah dan
penuh prasangka.
berulangkali kucoba tepis logika, namun fakta sungguh membuatku
tak kuasa memejamkan mata walau sudah waktunya.
Kini malampun kian dalu. hujan pun masih bergemuruh.
dibantu rintik hujan ini, ku samarkan isak tangisku. suasana ini sungguh pilu dan menyesakkan
dada. tak bisa memudar dengan cepat, malah menetap lekat. tak sanggup ku akui
bahwa cinta ini tak kan pernah berbalas. terhalang restu dan adat yang entah
siapa pelopornya.
Ohh, bagaimanakah aku harus menguatkan hati.
melepas simpul namamu yang terikat erat dalam kalbu.
Sungguh aku lelah menyeka hati, dan mulai berharap andai saja ini
segera berakhir, hanyut lenyap dibawa hujan malam ini. sayangnya, itu konyol
dan tak mungkin.
Comments
Post a Comment