SESAK By Yume (Puisi)

 

SESAK 


Tetes demi tetes hujan mulai turun memecah keheningan malam.

aroma tanah basah menyeruak melewati celah ventilasi kamarku. alunan musik melengkapi kesyahduan.

 

Malam ini sungguh pekat kelamnya. seperti hati ini, gelisah dan penuh prasangka.

berulangkali kucoba tepis logika, namun fakta sungguh membuatku tak kuasa memejamkan mata walau sudah waktunya.

 

Kini malampun kian dalu. hujan pun masih bergemuruh.

dibantu rintik hujan ini, ku samarkan isak tangisku. suasana ini sungguh pilu dan menyesakkan dada. tak bisa memudar dengan cepat, malah menetap lekat. tak sanggup ku akui bahwa cinta ini tak kan pernah berbalas. terhalang restu dan adat yang entah siapa pelopornya.

 

Ohh, bagaimanakah aku harus menguatkan hati.

melepas simpul namamu yang terikat erat dalam kalbu.

 

Sungguh aku lelah menyeka hati, dan mulai berharap andai saja ini segera berakhir, hanyut lenyap dibawa hujan malam ini. sayangnya, itu konyol dan tak mungkin.

 


 

Comments